Top 10 StartUp National: HighPitch 2020

A. appskep

Appskep secara resmi diluncurkan pada 6 Oktober 2016 dengan nama awal appskep.com yang didirikan oleh Yaumil Fajri dan Dr. Zulfi Abdullah yang merupakan mahasiswa dan dosen dari Universitas Andalas serta Hendro Wibowo yaitu seorang putra minang yang berkuliah di Universitas Gajah Mada yang bercita-cita besar untuk menghadirkan solusi dari problematika di profesi keperawatan melalui pendekatan teknologi digital. Awal mula didirikannya Appskep merupakan sebuah aplikasi yang diperuntukan bagi perawat yang bekerja di rumah sakit untuk melakukan dokumentasi asuhan keperawatan secara digitalisasi.

Ajang Startup Instanbul 2016 dijadikan sebagai ajang unjuk gigi Appskep untuk yang pertama kali di panggung dunia. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) menetapkan dan memilih 11 startup yang menjadi delegasi Indonesia untuk mengikuti ajang kompetensi dan konferensi bergengsi di dunia yaitu Startup Instanbul di Turki. Bersama startup-startup lainnya Appskep diberi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi nya pada dunia.

Pada januari 2017, Appskep mengeluarkan produk baru yang sederhana yaitu Apps Quiz yang merupakan produk teknologi untuk latihan persiapan uji kompetensi Ners (perawat) yang saat itu banyak menjadi hambatan bagi sebagian besar mahasiswa keperawatan di Indonesia karena tingkat kelulusan kompetensi perawat di tingkat nasional bisa dikatakan rendah.

Pada bulan april 2017 Appskep mulai kembali melakukan restrukturisasi tim yang lebih solid dan merenovasi program hingga penamaan “Appskep.com” berubah menjadi “Appskep Indonesia” (Appskep.id). Mulai saat itu, Appskep mulai mendapatkan penghasilan perdana dari pengguna layanan web Apps Ukom. Tim Appskep terus berupaya untuk membudayakan prinsip “One Month, One Innovation, One New Product” hingga kini dapat mengembangkan 17 produk/layanan meliputi try out uji kompetensi Ners, DIII Keperawatan/ Kebidanan, bimbel intensif untuk uji kompetensi, untuk CPNS, untuk Tes Potensi Akademik (TPA), video pembelajaran melalui youtube, dan yang lain-lain.Pengembangan Appskep yang sangat pesat ini dibantu oleh 16 staff dan 52 orang tutor dengan spealisasi ilmu masing-masing untuk menjalankan layanan edukasi. Pengguna layanan pun meningkat dratis hingga saat ini total user Appskep Indonesia sudah mencapai 8.193 orang yang tersebar dari 354 Institusi, 202 Kabupaten/Kota, dan di 33 provinsi di Indonesia. Institusi pendidikan yang telah mengadakan MoU dengan Appskep ada 27 institusi. Tim Appskep terus bergerak dengan pendanaan pribadi dengan pengolahan keuangan dari hasil pendapatan layanan-layanan yang tersedia di program.

B. Goers

Sebuah perusahaan rintisan atau startup yang bernaung di bawah PT Sanraya Adi Nattaya meluncurkan aplikasi Goers. Seperti kita ketahui, tema perusahaan rintisan saat ini sedang menjadi fenomena di Indonesia.

Sebelumnya Goers berhasil memenangkan kompetisi pembuatan aplikasi mobile yang digelar Telkomsel dan Samsung dan akan mewakili Indonesia bersama satu pemenang lainnya di Singtel Group-Samsung Regional Mobile App Challenge di Singapura.

Goers diharapkan dapat memudahkan kegiatan bepergian bagi orang-orang di Jakarta dan memberi ‘penyegaran’ di dunia aplikasi Indonesia. CEO Goers, Sammy Ramadhan, mengungkapkan, “Kami berharap Goers dapat menjadi rujukan bagi warga Jakarta dalam hal bepergian dan menjadi perintis untuk aplikasi bepergian di Indonesia.”

Fitur Goers terbilang mudah dipahami, misalnya pembagian acara yang menjadi 3 macam, yaitu today (hari ini), tomorrow (besok), dan upcoming (akan datang). Dengan demikian, pengguna Goers dapat dengan mudah melihat kegiatan mereka sesuai dengan waktu yang diinginkannya.

Kemudian, berkat kehadiran fitur booking, pengguna dapat membeli tiket untuk acara atau kegiatan menarik secara mudah. Tak hanya itu, Goers juga dibekali fitur personalize interest, yang menawarkan para penggunanya berbagai acara atau kegiatan yang sesuai dengan interest mereka masing-masing.

Melalui sejumlah kemudahan dan fitur yang ditawarkan, Goers diharapkan dapat menarik animo penduduk Jakarta untuk menjadi pengguna Goers. Terkait wilayah cakupan, COO Goers, Niki Tsuraya mengungkapkan, “Memang, untuk sementara ini wilayah cakupan Goers baru bisa Jakarta saja. Tetapi, kami harap ke depannya Goers bisa memperluas wilayah cakupannya.”

Bagi Anda pengguna smartphone berbasis Android dan iOS, Anda dapat mengunduh Goers di Play Store atau Apple Store secara cuma-cuma.

C. IZY

IZY Indonesia berhasil mewakili Indonesia dalam K-Startup Grand Challenge tahun 2020. Program yang diselenggarakan oleh Pemerintah Korea Selatan ini memiliki tujuan untuk mendukung startup yang ada di dunia untuk berekspansi di pasar Korea Selatan.

IZY berhasil lolos ke program K-Startup Grand Challenge tahun 2020 setelah terpilih dari 2.648 startup yang berasal dari 118 negara. Hal ini juga menjadikan IZY sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang ada dalam program tersebut.

Sebelumnya, IZY Indonesia merupakan startup binaan dari program Indigo Batch II – 2019 yang diselenggarakan oleh PT Telkom Indonesia yang berada dalam naungan Indigo Creative Nation.

Dilansir dari postingan instagram Indigo Creative Nation, CEO dan Co-founder dari IZY menjelaskan bahwa saat ini IZY memiliki beberapa target seperti akuisisi dengan klien maupun partner dan juga engage dengan investor di Korea Selatan.

IZY Indonesia merupakan startup yang bergerak di bidang layanan untuk hotel. Mereka menyediakan berbagai macam layanan yang dapat memberikan pengalaman menginap di hotel menjadi lebih baik. Saat ini, telah terdapat kurang lebih 88 hotel yang sudah menggunakan aplikasi IZY. Aplikasi ini memungkinkan hotel untuk menawarkan lebih banyak layanan kepada tamu mereka dan meningkatkan pendapatan dari konsumsi tamu selama mereka menginap.

Adapun layanan yang disediakan dalam aplikasi ini meliputi in room dining, concierge chat, amenites request, spa reservations, hotel compendium, news, dan berbagai macam informasi promosi. Dengan adanya fitur ini akan dapat menciptakan pengalaman “Contactless” saat menginap di hotel.

Dengan menggunakan aplikasi ini, para tamu hotel dapat mengetahui lebih dalam tentang informasi yang ada di hotel manapun. Selain menguntungkan bagi para tamu, aplikasi ini juga memberikan keuntungan bagi pihak hotel. IZY menyediakan fitur yang bisa dimanfaatkan oleh manajemen hotel untuk mengetahui tanggapan para tamu tentang tingkat layanan internal mereka.

D. Ceklab.id

Perusahaan rintisan (startup) sosial kesehatan ceklab.id meluncurkan produk perdana untuk pemeriksaan SWAB Test virus covid-19 di rumah konsumen, Selasa (26/5). SWAB Test di rumah ini merupakan pertama kalinya dalam layanan kesehatan yang secara komersil bisa di pesan oleh pelanggan, dengan sangat mudah dapat memeriksakan kondisi kesehatannya di rumah.

Peluncuran layanan SWAB Test di rumah ini sebagai bentuk keperdulian Ceklab.id terhadap pandemi corona di Tanah Air. Dengan layanan ini, Ceklab.id menyediakan produk yang khusus untuk membantu masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan terhadap kesehatannya. Mulai dari rapid test di rumah, serta produk terbaru mereka yaitu SWAB PCR dirumah.

Ivan Sinarso, salah satu founder Ceklab.id, berharap, layanan SWAB Test di rumah ini bisa menurunkan risiko terpaparnya pasien dari virus Covid-19. “Kami selalu mendengarkan keluhan pelanggan. Kebetulan salah satu keluhannya ingin melakukan SWAB PCR. Tapi karena rumahsakit rujukannya penuh, pasien harus bolak-balik beberapa rumahsakit. Dari sinilah, kami bekerjasama dengan laboratorium berstandarisasi untuk membuat Swab PCR dirumah,” ujar Ivan.
Menurut Ivan, baru sehari diluncurkan, layanan SWAB Test di rumah ini sudah ramai dipesan oleh pengunjung website ceklab.id yang memerlukan izin untuk kembali bekerja di bali, dan Jakarta.

Ceklab.id  adalah startup sosial kesehatan dengan spesialisasi cek kesehatan di rumah. Dengan perawat-perawat ceklab yang telah terstandarisasi, startup ceklab.id sudah dapat diakses di 15 kota, yaitu Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Denpasar, Malang, Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Makassar.

E. PanenBali

Salah satu startup asli Indonesia yang bernama Panen.id berhasil membaca peluang sehingga mereka dapat menghubungkan petani lokal langsung ke konsumen.

Panen.id merupakan sebuah platform yang langsung menghubungkan petani lokal kepada konsumen akhir mereka seperti hotel, restoran, kafe dan catering.

Awalnya, mereka mendirikan startup Panen.id di Bali pada tahun 2017. Platform tersebut kini juga sudah berkembang di beberapa kota besar termasuk Denpasar, Jakarta dan Yogyakarta.

Panen.id berhasil menggandeng ratusan mitra petani lokal yang tersebar di wilayah pertanian pendukung. Wilayah pertanian itu mencakup Sidan, Ubud, Sanur, Plaga, Kopeng, dan Bogor. Akhir Maret 2019, mereka berekspansi penuh ke Yogyakarta.

Karena sudah resmi masuk ke Yogyakarta, mereka akan mengadakan perekrutan khusus mitra petani lokal asal daerah tersebut. Untuk sementara, pasokan kepada konsumen akhir seperti hotel dan kafe akan ditangani dari petani lokal asal Bali atau Bogor.

Platform situs online itu didirikan oleh Astrid Juanita Stephanie dan Johannes Dwi Cahyo Kristanto.

Keduanya merupakan lulusan dari Food Technology dan Agriculture Industry Universitas Gajah Mada (UGM). Ide pembentukan Panen.id berawal saat mereka memikirkan begitu panjangnya rantai dagang saat petani lokal menjual produk hingga mencapai konsumen.

Panen.id akan memotong rantai dagang yang sangat panjang itu sehingga mereka bisa menjualnya langsung ke konsumen akhir. Mereka juga memastikan bahwa daya tawar yang diberikan ke mitra petani lokal akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan pasar konvensional.

Pada prinsipnya, mereka akan menargetkan konsep 30 persen-30 persen yang ditawarkan pada konsumen akhir dan juga mitra petani lokal itu sendiri.

Astrid Juanita Stephanie, selaku pendiri sekaligus CEO dari Panen.id menjelaskan bahwa platformnya akan membeli produk langsung ke petani lokal dengan daya tawar yang tinggi. Mereka berani membeli produk dari petani hingga 30 persen lebih tinggi daripada harga yang ditawarkan di pasar konvensional.

F. HAKITA

Hakita adalah perusahaan rintisan Teknologi Hukum yang misinya adalah menyediakan layanan hukum perusahaan dalam skala besar. Kami menyediakan Otomasi dalam proses dan kepatuhan dokumen hukum.

Meskipun HAKITA baru diluncurkan tahun ini, HAKITA telah menarik 24 klien korporat, dengan total pendapatan langganan tahunan lebih dari $ 70.000. Perusahaan menargetkan startup dan perusahaan besar di sektor manufaktur, ritel dan perdagangan, dan jasa keuangan.

Karena HAKITA berfokus pada pengoptimalan alur kerja dokumen, timnya bekerja untuk mengembangkan integrasi dengan sistem klien yang ada, terutama sistem SDM. Secara khusus, salah satu fitur yang dikembangkan HAKITA memungkinkan pemberi kerja menarik data dari catatan karyawan untuk membuat kontrak baru, sementara memperbarui catatan SDM segera setiap kali dokumen ditandatangani secara digital, kata CTO Ivan Harka.

Untuk mendemonstrasikan kemampuan integrasi SDM HAKITA dan potensi untuk pengembangan lebih lanjut, startup ini membangun sistem manajemen SDM yang memiliki bukti konsep sendiri. Sistem akan memproses pencatatan kehadiran, penggajian, proyek dan data lainnya, dan akan diintegrasikan dengan sistem kepatuhan hukum HAKITA.

Chief Business Development Officer Thor Yumna mengatakan bukti konsep tersebut juga akan menunjukkan potensi manfaat kolaborasi dengan perusahaan hukum dan perusahaan rintisan hukum lainnya: “Jika firma hukum lain atau perusahaan rintisan teknologi hukum ingin berkolaborasi dengan kami, kami terbuka untuk peluang tersebut. Kami fokus pada penanganan alur kerja dokumen. “

Tania Shanny Lestari, Venture Capital Investment, di Openspace Ventures, yang menjadi panel juri HAKITA, memuji kualitas pitch HAKITA. “Mereka tidak hanya mengatasi masalah industri yang mereka coba selesaikan, tetapi juga dengan cara yang menangani semuanya: rencana bisnis, daya tarik saat ini, strategi masuk ke pasar,” katanya.

“Startup yang hadir hari ini kurang lebih berada pada tahap perkembangan yang sama. Perbedaannya adalah seberapa baik mereka menyajikan cerita mereka kepada investor. “

Perusahaan VC lain yang menjadi panel juri di Jakarta pada hari Selasa adalah: # 5Ventura, Kejora Ventures, Finch Capital, BAce Capital, Grab Ventures, BRI Ventures dan AddVenture VC.

G. Octopus

Octopus menyajikan sistem manajemen distribusi, tracking serta monitoring penjualan produk, yang dikoneksikan dengan platform BIG Agent kami. Platform BIG Agent sendiri mengumpulkan data melalui 300 ribu Sobat Agent di 25 provinsi se-Indonesia melalui layanan survei, promosi dan akuisisi,” ujar Irwan Suryadi selaku Chief Technology Officer (CTO) Ralali, Jumat (13/9/2019)

Irwan mengungkapkan tantangan yang kerap dialami pelaku bisnis adalah gap informasi antara principal dengan distributor. Distributor memiliki peranan penting dalam supply chain untuk penjualan, penyimpanan (warehouse) dan pembayaran namun untuk mendistribusikan barang sampai pada UMKM tentunya melibatkan banyak pihak, menempuh tahap dan jarak panjang serta lama, maka data yang tersaji pun seringkali kurang akurat.

Teknologi “Sang Gurita” Octopus dirancang khusus memberikan solusi bisnis baik bagi Mitra Ralali.com (seller) maupun principal yang menjadi partner Ralali.com, berupa perilaku pembelian dan penjualan secara mendetail dan akurat. Dengan Octopus yang terintegrasi dengan platform bisnis on-demand BIG Agent, principal dapat dengan mudah menganalisa tren pasar dan kebutuhan konsumen di berbagai daerah yang selama ini terjangkau secara optimal.

Selain itu, konsumen, dalam hal ini UMKM, dapat memilih produk usaha terdekat dengan lokasi usaha mereka. Di sisi lain, persoalan yang muncul bagi distributor, antara lain cashflow, keterlambatan produk dan kelebihan stok barang dapat terselesaikan.

“Jadi supply chain dapat dikelola lebih baik dengan sistem Octopus. Principal lebih presisi mengetahui pertumbuhan bisnis, melacak penjualan produk, perilaku dan karakteristik konsumennya secara transparan, tanpa harus bergantung pada laporan distributor. Distributor juga mendapatkan keuntungan dengan melakukan stocking dan penjualan produk dengan tepat di daerahnya,” ungkap Irwan.

Dari segi tingkat akurasi data, Ralali.com menjamin keakuratan data yang diberikan oleh Sobat Agent (sebutan bagi anggota BIG Agent). Sobat Agent dalam melakukan pekerjaan yang diberikan oleh principal melalui platform BIG Agent, selalu mengirimkan data berupa foto, profil dan lokasi dari UMKM sebagai target sasaran. Data tersebut merupakan syarat wajib untuk seluruh pekerjaan, baik survei, promosi maupun layanan akuisisi ini didapat mengacu pada GPS aktif.

“Brand dan principal memiliki performa bisnis lebih baik dan berkembang, dengan memperoleh visibilitas dari performa setiap distributor dan penjualan produk, juga memberikan fleksibilitas dalam memproses kebutuhan usaha melalui distributor di berbagai daerah secara tepat sasaran,” jelas Irwan.

Informasi terbaru, sebanyak 700ribu UMKM telah diberdayakan oleh Ralali.com dan ditargetkan menembus 1 juta pada 2019. Sistem Octopus mengambil peranan penting bagi bisnis brand dan principal dalam menciptakan konektivitas dan pemerataan untuk UMKM di era ekonomi digital, didukung 300.000 Sobat Agent yang masih akan terus bertumbuh kembang melalui platform aplikasi BIG Agent.

H. Manouv

Manouv merupakan startup pencetus sepeda motor bertenaga listrik ‘Manouv’, Iwan mencoba mengoperasikan prototipe kendaraannya di kawasan Kerobokan, Badung, Bali, Kamis (24/9/2020). Sepeda motor listrik dengan sejumlah fitur seperti AC, sabuk pengaman, panel surya dan ‘airbag’ tersebut saat ini terus dikembangkan Iwan bersama perusahaan asal Jerman dan diharapkan dapat menjadi inovasi kendaraan listrik yang aman, ramah lingkungan dan dapat diperoleh masyarakat dengan harga terjangkau.

I. Pasar20

Pasar20 adalah sebuah platform hasil inisiatif anak bangsa melawan Virus Corona namun tetap mempertahankan roda perekonomian dengan 3 cara:

  1. Membantu ibu rumah tangga agar bisa tetap belanja sayur, daging dan buah-buahan dari rumah
  2. Membantu dan memudahkan pedagang pasar agar tetap bisa berdagang selama masa penanggulangan Covid-19
  3. Platform sosial dimana ibu rumah tangga bisa melakukan donasi untuk keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

100% donasi akan kita salurkan kepada yang membutuhkan, 100% keuntungan penjualan disalurkan untuk pedagang.

J. Rumah Inovasi Pasila

PT. Rumah Inovasi Pasila (singkatnya Rumah Pasila) adalah Perusahaan R&D yang menyediakan Solusi Energi Hijau kepada masyarakat dengan menggunakan bahan utama Graphene. Aplikasi penggunaan Graphene seperti Solar Cell, Baterai, Sensor, Aplikasi Semikonduktor sangat efisien dalam hal biaya dan efisiensi, menjadikan aplikasi ini juga berharga karena menggunakan Graphene sebagai bahan hijau.

Felix Pasila memegang gelar PhD di bidang Robotika dan Otomasi dari Universitas Bologna, Italia, dengan spesialisasi di bidang Kecerdasan Buatan. Dia fasih dalam empat bahasa: Bahasa, Inggris, Jerman, dan Italia). Selain perannya sebagai pengajar di Departemen Teknik Elektro, dia adalah Kepala Pusat Inovasi dan Kewirausahaan di Universitas Kristen Petra. Dia juga merupakan Anggota Senior dari Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE). Dia memiliki 5 paten yang diberikan, 15 paten terapan dan 1 Paten PCT. Ia adalah Co-Founder dan CEO Rumah Inovasi Pasila yang sejak 2018 didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Riset serta diinvestasikan oleh VC UMG IdeaLab.

Visi:

Menjadi perusahaan penyedia solusi energi hijau dan lisensi paten bagi Perusahaan di Indonesia dan Internasional.

Misi:

Perusahaan kami menawarkan solusi hemat energi hijau seperti sel surya graphene yang diaplikasikan pada material tetap dan fleksibel seperti panel, dinding, logam, plastik, jaket, payung dan banyak aplikasi yang menggunakan material elektroda graphene.

Produk:

  1. Fast Charger
  2. Wireless Battery
  3. Solar cell Graphene
  4. Flexibel Solar Cell
  5. Virus Eliminator

FTO Glass

Media Pendukung:

References

https://kumparan.com/m-agung-akbar/perjalanan-appskep-menjadi-wadah-edukasi-sumber-daya-manusia-kesehatan-1sk0aFJZELh

https://www.liputan6.com/tekno/read/2338337/goers-startup-yang-tawarkan-cara-baru-bepergian-di-jakarta

https://www.hitekno.com/internet/2019/04/09/073000/mengenal-lebih-dekat-panenid-startup-penghubung-petani-lokal-ke-konsumen

https://glints.com/id/companies/hakita/0c6e83c9-e3bc-47e6-952d-f064db8b6935

https://ekbis.sindonews.com/berita/1439447/34/mengenal-sang-gurita-octopus-teknologi-berbisnis-era-ekonomi-digital

https://pasar20.com/

https://ripasila.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *